Kecewa
Aku tahu hatimu terluka
harapan terkikis kenyataan
kekaguman sirna ditelan laut
butiran mutiara yang engkau cari tak didapatkan
kau temui batu karang penghalau gelombang
Dulu, matahari pagi disambut dengan suka cita
menghirup udara tersenyum gembira
engkau tebarkan masa depan
kini, wajahmu tersembunyi dibalik selimut kekecewaan
Harta telah memenjarakan ke dalam sangkar harga diri
dicampakan ketulusan dan kesetiaan
demi meraih singgasana dunia
bertahta mahkota kerajaan fana
Gunungkidul, 2010
Nafsu
Nafsu. Bercengkerama pada jiwa-jiwa kosong
menceburkan nurani dalam cawan tuba
mengikis nilai-nilai tradisi
Nafsu. Bersekutu dengan iblis-iblis
bersekutu dengan ambisi
mendorong dendam menjadi tragedi
dalam mengejar mimpi
mengorbankan teman sendiri
Nafsu. Berkelana tiada henti
membiaskan budi pekerti
dalam pencarian sensasi
demi sebuah harga diri
Nafsu.mengalahkan kata hati
meracuni cinta suci
dalam bisikan-bisikan halusinasi
berlabuh dalam sahara penyesalan diri
dalam cengkeraman birahi
Bekasi, 2010
Kematian
Biarkan tubuh ini terbaring kaku
di atas tikar jerami
jiwa berpisah dengan raga
pergi jauh berkelana di atas bukit
dalam persemayaman abadi
Mandikan tubuh dengan air melati
Usaplah rambut dengan kasturi
agar bau semerbak tetap abadi
di antara tetesan air mata
saudara dan famili
Gantikan baju baru
dengan selembar kain kafan putih bersih
untuk menuju tempat suci
seperti lahir dari rahim ibu
menangis bahagia
Baringkan tubuh telanjang
di dada bumi
sendiri tanpa engkau lagi
menanti penghakiman datang
doa-doa adalah harapan
dosa-dosa terampuni
Tanamlah pohon kamboja
di atas pusara
Bila rindu masih ada
suatu saat pasti tiba
Jakarta, 2009
Kemarau di Kotaku
Di sini aku mengenalmu
Di tanah gersang
Di sebuah perbukitan
Dihuni beribu batu cadas
Ditumbuhi pohon-pohon jati
Di sini kemarau panjang sering terjadi
orang-orang berdiam diri
di dalam gubuk-gubuk tak berpenghuni
Tanah ladang mereka menganggur
menunggu karunia
menatap hari-hari
Angin kemarau menampar wajahku
berdesir kencang disertai debu-debu
Mengingatkan kembali masa lalu
Bersama teman-teman masa kecilku
membuat patung dari pasir,berlari saling berkejaran
di siang hari yang sangat terik
di sungai yang sudah kering
Di sini harapan masih ada
Hujan pasti akan tiba
Air membawa kehidupan menghampiri kita
Dan semua pohon akan bersemi kembali
Di setiap jengkal ladang yang mereka miliki
Kini aku masih mengenangmu
Kerinduan tersimpan di dalam hati
membawa aku ingin kembali
Ke mana pun aku pergi
Mengejar matahari
Tak peduli betapa jauh
dan sulitnya jalan dilalui
Gunungkidul, 2010
07 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar