15 Februari 2010

Gerimis




Gerimis membuat garis-garis serasi

turun dari langit

disertai suara petir

makluk bumi panik dan ketakutan

berlari tunggang langgang



Gerimis jatuh di pepohonan

membentuk irama bunyi

membangun suara penuh harmoni

daun-daun bersemi



Gerimis semakin kencang

suara gemuruh, bumi pun menjadi basah

air meluap memenuhi jalan

sampah-sampah menyumbat selokan

orang tidak menghiraukan alam



Gerimis penghantar setiap doa

bagi mereka yang percaya

karunia pencipta selalu ada

berharap dikabulkan



Bekasi, 2009

07 Februari 2010

Kecewa



Aku tahu hatimu terluka

harapan terkikis kenyataan

kekaguman sirna ditelan laut

butiran mutiara yang engkau cari tak didapatkan

kau temui batu karang penghalau gelombang



Dulu, matahari pagi disambut dengan suka cita

menghirup udara tersenyum gembira

engkau tebarkan masa depan

kini, wajahmu tersembunyi dibalik selimut kekecewaan



Harta telah memenjarakan ke dalam sangkar harga diri

dicampakan ketulusan dan kesetiaan

demi meraih singgasana dunia

bertahta mahkota kerajaan fana



Gunungkidul, 2010





Nafsu



Nafsu. Bercengkerama pada jiwa-jiwa kosong

menceburkan nurani dalam cawan tuba

mengikis nilai-nilai tradisi



Nafsu. Bersekutu dengan iblis-iblis

bersekutu dengan ambisi

mendorong dendam menjadi tragedi

dalam mengejar mimpi

mengorbankan teman sendiri



Nafsu. Berkelana tiada henti

membiaskan budi pekerti

dalam pencarian sensasi

demi sebuah harga diri



Nafsu.mengalahkan kata hati

meracuni cinta suci

dalam bisikan-bisikan halusinasi

berlabuh dalam sahara penyesalan diri

dalam cengkeraman birahi



Bekasi, 2010





Kematian



Biarkan tubuh ini terbaring kaku

di atas tikar jerami

jiwa berpisah dengan raga

pergi jauh berkelana di atas bukit

dalam persemayaman abadi



Mandikan tubuh dengan air melati

Usaplah rambut dengan kasturi

agar bau semerbak tetap abadi

di antara tetesan air mata

saudara dan famili



Gantikan baju baru

dengan selembar kain kafan putih bersih

untuk menuju tempat suci

seperti lahir dari rahim ibu

menangis bahagia



Baringkan tubuh telanjang

di dada bumi

sendiri tanpa engkau lagi

menanti penghakiman datang

doa-doa adalah harapan

dosa-dosa terampuni



Tanamlah pohon kamboja

di atas pusara

Bila rindu masih ada

suatu saat pasti tiba



Jakarta, 2009



Kemarau di Kotaku



Di sini aku mengenalmu

Di tanah gersang

Di sebuah perbukitan

Dihuni beribu batu cadas

Ditumbuhi pohon-pohon jati



Di sini kemarau panjang sering terjadi

orang-orang berdiam diri

di dalam gubuk-gubuk tak berpenghuni

Tanah ladang mereka menganggur

menunggu karunia

menatap hari-hari



Angin kemarau menampar wajahku

berdesir kencang disertai debu-debu

Mengingatkan kembali masa lalu

Bersama teman-teman masa kecilku

membuat patung dari pasir,berlari saling berkejaran

di siang hari yang sangat terik

di sungai yang sudah kering



Di sini harapan masih ada

Hujan pasti akan tiba

Air membawa kehidupan menghampiri kita

Dan semua pohon akan bersemi kembali

Di setiap jengkal ladang yang mereka miliki



Kini aku masih mengenangmu

Kerinduan tersimpan di dalam hati

membawa aku ingin kembali

Ke mana pun aku pergi

Mengejar matahari

Tak peduli betapa jauh

dan sulitnya jalan dilalui



Gunungkidul, 2010

08 September 2009

Keagunganmu

Sujudku tidak ada artinya apa-apa di hadapanmu
sewaktu kulihat gunung yang menjulang tinggi
gelombang laut yang hampir menenggelamkan bumi
gelegar halilintar seakan mencabik-cabik genderang telinga
dan tangis bayi di subuh buta

Aku melihat engkau setiap waktu
tetapi kesombongan tak pernah luluh
keangkuhan dunia masih membawaku pergi
berlari menyibakan butiran mutiara serta keteduhan pandanganmu
tidak kupedulikan ocehan di waktu pagi
bangunlah sayang hari berganti

Jakarta, 2003

06 September 2009

Terang Bulan

Bulan
Cahayamu menerpa jendela kamar
menyapa setiap makluk di penjuru bumi
mereka tak pedulikan
hanyut dalam hiruk pikuk kotaku
bising tak menentu
parasmu lembut mencerminkan kebaikan
merah jingga wajahmu dalam batas pandang
Bulan
kau berada di atas Langit
Tak pernah mengeluh,sendiri dan setia
tak ada balas budi mengikuti perintah pencipta
semakin kupandang bergelayut dalam hatiku yang terdalam
Bulan
Kau semakin terhalang
mendung bergelut menutupi wajahmu
seiring bintang jatuh
membentuk goresan terang dalam cakrawala

Bogor, 2001

Ya Ramadhan

Ya Ramadhan

Ya Ramadhan
Sejuk hatiku mendengar namamu
laksana cahaya Matahari di Ufuk Timur
bertabur butiran embun berkilauan di dedaunan
disambut suara burung berkicau
Engkau bulan pilihan
menghampiriku di saat gundah datang
dalam setiap langkah
di rimba yang tak pernah kekal
membawa sejuta kesempatan

Ya Ramadhan,
Engkau bulan sebarkan kebaikan
tanpa ada rasa sesal
karena tidak semua orang menghiraukan
bisikanmu yang lembut lewat firman Tuhan
mengajarkan tentang pengendalian
melawan segala nafsu bukan rayuan, bukan pula bualan

Ya Ramadhan,
Bulan penuh berkah dan ampunan
hatiku resah setiap melihat engkau di ujung senja
masjid-masjid sepi
tinggal hamba-hamba pilihan
beritikaf,berzikir dan sholat di sudut-sudut ruangan
berganti keramaian di pusat perbelanjaan
berhamburan dalam pesta perayaan

Jakarta, 2009
(Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1430 H bagi rekan-rekan yang menjalankan, mohon maaf lahir batin)