08 September 2009

Keagunganmu

Sujudku tidak ada artinya apa-apa di hadapanmu
sewaktu kulihat gunung yang menjulang tinggi
gelombang laut yang hampir menenggelamkan bumi
gelegar halilintar seakan mencabik-cabik genderang telinga
dan tangis bayi di subuh buta

Aku melihat engkau setiap waktu
tetapi kesombongan tak pernah luluh
keangkuhan dunia masih membawaku pergi
berlari menyibakan butiran mutiara serta keteduhan pandanganmu
tidak kupedulikan ocehan di waktu pagi
bangunlah sayang hari berganti

Jakarta, 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar