Sujudku tidak ada artinya apa-apa di hadapanmu
sewaktu kulihat gunung yang menjulang tinggi
gelombang laut yang hampir menenggelamkan bumi
gelegar halilintar seakan mencabik-cabik genderang telinga
dan tangis bayi di subuh buta
Aku melihat engkau setiap waktu
tetapi kesombongan tak pernah luluh
keangkuhan dunia masih membawaku pergi
berlari menyibakan butiran mutiara serta keteduhan pandanganmu
tidak kupedulikan ocehan di waktu pagi
bangunlah sayang hari berganti
Jakarta, 2003
08 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar