Sujudku tidak ada artinya apa-apa di hadapanmu
sewaktu kulihat gunung yang menjulang tinggi
gelombang laut yang hampir menenggelamkan bumi
gelegar halilintar seakan mencabik-cabik genderang telinga
dan tangis bayi di subuh buta
Aku melihat engkau setiap waktu
tetapi kesombongan tak pernah luluh
keangkuhan dunia masih membawaku pergi
berlari menyibakan butiran mutiara serta keteduhan pandanganmu
tidak kupedulikan ocehan di waktu pagi
bangunlah sayang hari berganti
Jakarta, 2003
08 September 2009
06 September 2009
Terang Bulan
Bulan
Cahayamu menerpa jendela kamar
menyapa setiap makluk di penjuru bumi
mereka tak pedulikan
hanyut dalam hiruk pikuk kotaku
bising tak menentu
parasmu lembut mencerminkan kebaikan
merah jingga wajahmu dalam batas pandang
Bulan
kau berada di atas Langit
Tak pernah mengeluh,sendiri dan setia
tak ada balas budi mengikuti perintah pencipta
semakin kupandang bergelayut dalam hatiku yang terdalam
Bulan
Kau semakin terhalang
mendung bergelut menutupi wajahmu
seiring bintang jatuh
membentuk goresan terang dalam cakrawala
Bogor, 2001
Cahayamu menerpa jendela kamar
menyapa setiap makluk di penjuru bumi
mereka tak pedulikan
hanyut dalam hiruk pikuk kotaku
bising tak menentu
parasmu lembut mencerminkan kebaikan
merah jingga wajahmu dalam batas pandang
Bulan
kau berada di atas Langit
Tak pernah mengeluh,sendiri dan setia
tak ada balas budi mengikuti perintah pencipta
semakin kupandang bergelayut dalam hatiku yang terdalam
Bulan
Kau semakin terhalang
mendung bergelut menutupi wajahmu
seiring bintang jatuh
membentuk goresan terang dalam cakrawala
Bogor, 2001
Ya Ramadhan
Ya Ramadhan
Ya Ramadhan
Sejuk hatiku mendengar namamu
laksana cahaya Matahari di Ufuk Timur
bertabur butiran embun berkilauan di dedaunan
disambut suara burung berkicau
Engkau bulan pilihan
menghampiriku di saat gundah datang
dalam setiap langkah
di rimba yang tak pernah kekal
membawa sejuta kesempatan
Ya Ramadhan,
Engkau bulan sebarkan kebaikan
tanpa ada rasa sesal
karena tidak semua orang menghiraukan
bisikanmu yang lembut lewat firman Tuhan
mengajarkan tentang pengendalian
melawan segala nafsu bukan rayuan, bukan pula bualan
Ya Ramadhan,
Bulan penuh berkah dan ampunan
hatiku resah setiap melihat engkau di ujung senja
masjid-masjid sepi
tinggal hamba-hamba pilihan
beritikaf,berzikir dan sholat di sudut-sudut ruangan
berganti keramaian di pusat perbelanjaan
berhamburan dalam pesta perayaan
Jakarta, 2009
(Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1430 H bagi rekan-rekan yang menjalankan, mohon maaf lahir batin)
Ya Ramadhan
Sejuk hatiku mendengar namamu
laksana cahaya Matahari di Ufuk Timur
bertabur butiran embun berkilauan di dedaunan
disambut suara burung berkicau
Engkau bulan pilihan
menghampiriku di saat gundah datang
dalam setiap langkah
di rimba yang tak pernah kekal
membawa sejuta kesempatan
Ya Ramadhan,
Engkau bulan sebarkan kebaikan
tanpa ada rasa sesal
karena tidak semua orang menghiraukan
bisikanmu yang lembut lewat firman Tuhan
mengajarkan tentang pengendalian
melawan segala nafsu bukan rayuan, bukan pula bualan
Ya Ramadhan,
Bulan penuh berkah dan ampunan
hatiku resah setiap melihat engkau di ujung senja
masjid-masjid sepi
tinggal hamba-hamba pilihan
beritikaf,berzikir dan sholat di sudut-sudut ruangan
berganti keramaian di pusat perbelanjaan
berhamburan dalam pesta perayaan
Jakarta, 2009
(Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1430 H bagi rekan-rekan yang menjalankan, mohon maaf lahir batin)
Langganan:
Postingan (Atom)
